"Kapan aku punya prestasi kayak kakak"


Celoteh itu di ungkapkan si "Bungsu"ku, saat aku selesai menjemput "sulung" ku yang selesai mengikuti lomba lari tingkat Kota Semarang Popda 2017 lalu. Pilu dengar keluhannya. Karena sudah tak terhitung berapa banyak, si "sulung"  ikut lomba di sekolahnya. Meski tak selalu juara pertama, namun tetap mendapat nomor (meski masih tingkat kecamatan saja).


Dan dari ratusan keluhannya. "Bungsu" ku ini tak patah semangat. Keinginan nya untuk memiliki 1 prestasi tetap ada. Ini terlihat dari banyaknya ekstra kurikuler di sekolah yang diikutinya. Mulai dari Volly, Atletik, Drumband, Taekwondo. tapi lagi lagi, semuanya berujung kecewa, tak ada yang bertahan lama. Lari dan Volly di keluarkan karena tak niat latihan. Drumband dan taekwondo, "Bungsu" ku bosan dan keluar. 

Dari sekian banyak kegiatan ekstra yang ada. Siapa nyana, justru di "Rebana"  lah, prestasi itu terlihat. Sungguh loh. ini serius, padahal kalau di suruh ke Musholla atau mengaji, "Bungsu" ku paling hufht...... bikin kesel.

Tak disangka, dari seleksi ketat yang di lakukan usai pulang sekolah (waktu itu"Bungsu" ku masih kelas 4),  justru dia lolos. Happy dan senang, tentu saja tidak. "Bungsu" ku biasa saja, hampir tanpa semangat. Di benaknya, ekstra ini pastilah sangat membosankan. dan benar saja, selama hari hari latihan, ada saja alasannya untuk tak masuk. Mulai dari capek, malas, nggak seru hingga malu selalu di ucapkan. Tapi masuk latihan plus "gimmick"2 menjadi andalannya. 

Bahkan, saat pulang latihan di hari Minggu. "Pak gojeknya jengkelin mah, mosok katanya anak laki laki itu haruse ikut ekstra taekwondo, atau karate. Bukan rebana. Itu untuk anak cewek" gerutu "Bungsu" ku.

Tapi siapa nyana, Lomba Mapsi Tingkat Kecamatan  Semarang Tengah memberi aura berbeda. Juara 1 Kategori Rebana Mapsi Kec. Semarang Tengah dan berpeluang maju ke Tingkat Kota. Dan lagi lagi, dengan kepercayaan diri plus Kepiawaian Pelatih Rebana dan doa "mama" tim rebana. Tim Rebana SD Pekunden Semarang meraih juara 2 Kategori Rebana Mapsi Tingkat Kota Semarang. Dan siapa sangka, tambahan uang saku juga ikut mengalir lancar (tentu buat "Bungsu" ku). 

Dari yang tadinya tak semangat, hingga menjadi percaya diri. Semua berubah, kini "Bungsu" ku tak lagi tak pede.

Jadi, jangan pernah putus asa ya, meski kadang yang kita peroleh tak sesuai yang kita harapkan. Tetap bersemangat. Terus berlatih dan berusaha. 

Setiap anak selalu berbeda. Itu pelajaran yang kuambil dalam 10 tahun terakhir ini. Menjadi Orang tua, membuat kita belajar segala sesuatu yang baru atau sekedar mengulang memori lama kita dulu, untuk kemudian merevisi nya sesuai perkembangan jaman. 

PS. penasaran gimana penampilan "Bungsu" ku saat beraksi.  

Tonton ya,  


Komentar

Postingan Populer